
Pekalongan Jateng- TribunNews86id
Hujan deras yang mengguyur wilayah Dukuh Tambor, Desa Nyamok, Kecamatan Pekalongan, tidak menyurutkan warga untuk mengikuti kegiatan Nyadranan pada Rabu (28/01/2026) pagi. Kegiatan Nyadran yang sempat tertunda akibat hujan deras, akhirnya dapat dilaksanakan di makam Dukuh Tambor berkat kesigapan juru kunci dan warga.
Daru Qudni, selaku juru kunci makam, menyampaikan bahwa kegiatan sempat akan dipindahkan ke masjid Nurul Hudha karena hujan deras yang tidak kunjung reda. Namun, karena warga sudah berdatangan di tempat nyadranan, akhirnya kegiatan tetap dilaksanakan di makam Dukuh Tambor.
“Kegiatan sempat akan dipindahkan karena hujan deras sejak subuh sampai jam 7 pagi. Karena warga sudah berdatangan di tempat nyadranan, akhirnya saya bersama pengurus memasang deklit untuk atap. Ahirnya kegiatan tersebut bisa berjalan sesuai dengan rencana awal,” jelas Qudni.
Dalam kegiatan tersebut, pemerintah Desa Nyamok menghimbau kepada warga Dukuh Tambor untuk menjaga kebersihan dan keamanan, serta tidak bepergian jauh karena di wilayah Pekalongan daerah Utara banjir dan di daerah selatan longsor.
Doa dan Tahlil dalam kegiatan tersebut dipimpin oleh Bapak Munirun.
Warga juga menyampaikan bahwa kegiatan nyadranan ini berbeda dengan yang lain, di mana kegiatan nyadran untuk Dukuh atau desa yang lain dilaksanakan di mushola atau masjid karena faktor hujan. Namun, untuk Dukuh Tambor, kegiatan ini dapat dilaksanakan seperti biasa di makam Dukuh Tambor berkat kesigapan juru kunci dan pengurus.
Semoga Kegiatan nyadran ini bisa dilestarikan karena kegiatan ini merupakan bentuk kecintaan kita kepada leluhur yang telah tiada.” Ucap Salah Satu Warga.
(hts)
