Literasi Ramadan Satukan Komunitas dan Sekolah di Halmahera Selatan

Literasi Ramadan Satukan Komunitas dan Sekolah di Halmahera Selatan

Spread the love

HALSEL, TribunNews86.id — Seluruh komunitas literasi di Kabupaten Halmahera Selatan bersatu menyukseskan program Literasi Ramadan yang digagas Forum Taman Bacaan Masyarakat (FTBM) Halmahera Selatan. Kegiatan ini digelar selama bulan suci Ramadan sebagai upaya memperkuat budaya baca, berkarya, serta nilai-nilai keagamaan di kalangan pelajar dan masyarakat.

Program Literasi Ramadan dirancang sebagai gerakan kolaboratif yang melibatkan komunitas literasi, sekolah dasar (SD), sekolah menengah pertama (SMP), serta sekolah menengah atas dan kejuruan (SMA/SMK/MA) di seluruh wilayah Halmahera Selatan. Melalui sinergi lintas komunitas dan pendidikan, FTBM mendorong literasi hadir lebih dekat dengan kehidupan masyarakat.

Kegiatan ini dijadwalkan berlangsung selama 12 hari di bulan Ramadan, dengan puncak kegiatan inti selama empat hari yang dipusatkan di kawasan UMKM. Pemilihan ruang publik tersebut bertujuan menghadirkan literasi di tengah aktivitas ekonomi masyarakat, sekaligus memperluas jangkauan partisipasi publik.

Literasi Ramadan menjadi agenda kedua FTBM Halmahera Selatan sejak resmi dilantik. Program ini sekaligus menegaskan komitmen awal FTBM untuk menggerakkan literasi berbasis komunitas dan sekolah secara berkelanjutan di wilayah Indonesia Timur.

Ketua Panitia Literasi Ramadan, Kaka Dika, mengatakan kegiatan ini dirancang sebagai gerakan kolektif yang berdampak langsung bagi pelajar dan masyarakat.

“Ini adalah agenda kedua FTBM sejak dilantik. Sejak awal kami ingin FTBM hadir dengan program yang nyata, kolaboratif, dan memberi manfaat langsung,” ujarnya.

Sekretaris Panitia, Jendri Nixon Pureng, menambahkan bahwa keberhasilan kegiatan sangat ditentukan oleh sinergi dengan satuan pendidikan. Menurutnya, keterlibatan sekolah dari berbagai jenjang memastikan literasi berjalan secara berjenjang dan berkelanjutan.

“Kolaborasi dengan SD, SMP, hingga SMA/SMK/MA juga memungkinkan literasi hadir di ruang publik melalui kawasan UMKM,” kata Jendri.

Dukungan terhadap kegiatan ini juga datang dari pendiri Perpustakaan Fala-Gaku, Asri S. Gosora, yang aktif mengajak komunitas dan sekolah berpartisipasi. Ia menekankan bahwa literasi tidak hanya sebatas membaca dan menulis, tetapi juga berkarya dan berkolaborasi.

“Dari literasi, kita membangun Bumi Saruma yang berkelanjutan,” ujarnya.

Jenis kegiatan Literasi Ramadan disesuaikan dengan jenjang pendidikan. Untuk tingkat SMA/SMK/MA digelar lomba pidato, cipta puisi, dan kaligrafi, sementara tingkat SMP diisi dengan lomba baca puisi dan story telling. Adapun untuk tingkat SD, kegiatan difokuskan pada hafalan ayat-ayat pendek Al-Qur’an serta penampilan da’i cilik sebagai bagian dari pembinaan karakter dan kepercayaan diri sejak dini.

Melalui Literasi Ramadan, FTBM Halmahera Selatan berharap dapat menumbuhkan ekosistem literasi yang inklusif, religius, dan berkelanjutan, sekaligus memperkuat peran komunitas sebagai motor penggerak literasi di daerah. (red/tn)**

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *