
Pekalongan Jateng- TribunNews86.Id
Kab.Pekalongan, 11 Januari 2026 – Diduga akibat kondisi infrastruktur yang belum optimal, khususnya sistem drainase, genangan air yang cukup luas kembali terjadi di ruas Jalan Provinsi yang melintasi Desa Karangdowo, Kecamatan Kedungwuni. Ruas jalan yang membentang dari Surobayan hingga Buaran menjadi salah satu bagian paling terdampak saat hujan lebat mengguyur kawasan tersebut.
Pada beberapa kesempatan hujan deras belakangan ini, badan jalan di sejumlah titik terendam genangan air, termasuk kawasan padat penduduk sekitar Simbang Kulon. Pergerakan lalu lintas menjadi terbatas dan memaksa pengguna jalan untuk mengemudi dengan hati-hati guna menghindari risiko yang mungkin terjadi.
Martin, warga Desa Wonopringgo yang sering melintasi ruas jalan tersebut dari arah Medono menuju Wonopringgo, menyampaikan pengalamannya. Menurutnya, median jalan pada beberapa segmen terendam air dengan ketinggian bervariasi antara 20 hingga 35 sentimeter saat intensitas hujan cukup tinggi.

“Selama ini, berkendara di jalan tersebut saat musim hujan selalu menjadi tantangan tersendiri. Tidak hanya sering terkena percikan air dari kendaraan yang melintas dengan kecepatan tinggi, genangan air juga sering kali menutupi lubang-lubang pada permukaan jalan yang berpotensi menyebabkan kecelakaan tunggal bagi pengguna jalan yang tidak menyadarinya,” jelas Martin.
Titik paling parah tercatat di kawasan depan Kampus ITS NU sekitar Alun-alun Gemek Kedungwuni, yang masih termasuk dalam batas administrasi Desa Karangdowo. Kondisi ini telah menjadi perhatian serius bagi masyarakat sekitar, yang mengeluhkan bahwa permasalahan genangan air telah berlangsung cukup lama.
Sekretaris Desa Karangdowo, Agung Bisyara, menyampaikan bahwa perbaikan jalan tersebut sudah menjadi usulan prioritas dalam Musyawarah Rencana Pembangunan (Musrenbang) Kecamatan pada beberapa tahun terakhir.
Fahri Alakbar, warga setempat, menuturkan keluhannya saat berbincang sambil menikmati keripik singkong. “Selama ini saya taat bayar pajak kendaraan bermotor, saya berharap lalu lintas saya tidak terkendala hal-hal semacam itu. Saya yakin pemerintah mampu mengatasi permasalahan seperti ini,” ujarnya.
Tanggapan Pemerintah Desa Karangdowo
Pemerintah Desa Karangdowo menyampaikan bahwa ruas jalan raya Karangdowo–Kedungwuni yang kerap mengalami genangan air tersebut merupakan jalan provinsi, sehingga kewenangan pengelolaan, perbaikan, serta pemeliharaan infrastruktur jalan dan drainasenya bukan berada pada kewenangan Pemerintah Desa, melainkan menjadi tanggung jawab Pemerintah Provinsi melalui instansi terkait.
Meski demikian, Pemerintah Desa Karangdowo tidak tinggal diam. Sejak tahun 2022 hingga saat ini, pemerintah desa secara konsisten telah mengusulkan perbaikan sistem drainase pada ruas jalan tersebut melalui Musyawarah Perencanaan Pembangunan (Musrenbang) tingkat kecamatan, dengan harapan dapat diteruskan dan direalisasikan oleh pemerintah yang berwenang. Namun, hingga saat ini usulan tersebut belum mendapatkan realisasi secara menyeluruh.
Sebagai bentuk kepedulian terhadap keselamatan dan kenyamanan masyarakat, Pemerintah Desa Karangdowo juga telah melakukan upaya-upaya sementara, di antaranya dengan pembersihan lubang-lubang saluran masuk air (inlet drainase) yang tersumbat. Namun, upaya tersebut belum mampu mengatasi permasalahan genangan air secara signifikan, mengingat kondisi dan kapasitas drainase yang sudah tidak memadai.
Pemerintah Desa Karangdowo berharap agar pemerintah provinsi dan instansi terkait dapat segera menindaklanjuti permasalahan ini secara serius, mengingat ruas jalan tersebut merupakan jalur utama dengan tingkat aktivitas dan mobilitas masyarakat yang cukup tinggi. Pemerintah desa juga mengajak masyarakat untuk terus bersinergi dan menyampaikan aspirasi melalui jalur resmi agar permasalahan ini dapat segera memperoleh solusi yang tepat dan berkelanjutan.
Dokumen Pendukung: Foto kondisi jalan raya Karangdowo pada malam hari tanggal 6 Januari 2026, saat hujan lebat melanda kawasan tersebut
(Drc/hts)
