Tingginya Curah Hujan Di Gemawang Akibatkan Longsor Yang Putuskan Akses Jalan 

Tingginya Curah Hujan Di Gemawang Akibatkan Longsor Yang Putuskan Akses Jalan 

Spread the love

TEMANGGUNG – TRIBUNNES86 ID

Hujan dengan intensitas tinggi pada Jumat malam akibatkan tanah longsor di Jalan Raya Gemawang–Ngadisepi, tepatnya di Desa Gemawang sekira pukul 21.00 WIB dan dilaporkan oleh masyarakat setempat kepada pihak desa, Jumat (2/1/2026)

 

Tidak berselang lama, petugas BPBD Kabupaten Temanggung bersama TNI, POLRI dan pemerintah Desa melakukan peninjauan lokasi bencana tersebut. Hasil pemantauan menunjukkan longsor dengan tinggi sekitar 50 meter dan lebar 15 meter yang menutup akses jalan darurat penghubung Desa Ngadisepi, Desa Kemiriombo, dan Desa Gemawang, sehingga mengganggu mobilitas warga.

 

Ruas jalan ini diketahui telah beberapa kali mengalami longsor. Upaya penanganan sebelumnya dilakukan melalui pembuatan trase jalan pengganti di sisi atas jalan lama, namun hingga kini pembangunannya belum selesai sehingga belum dapat difungsikan secara optimal.

 

” Selain memutus akses jalan, longsor juga berdampak pada Saluran Irigasi Gondangan yang mengairi lahan pertanian di Desa Gemawang dan Desa Krempong. Terputusnya saluran irigasi tersebut mengakibatkan sekitar kurang lebih 500 hektare sawah terdampak. Area longsoran membentang sepanjang kurang lebih 80 meter dengan indikasi senderan irigasi mengalami keretakan dan pergeseran,’ ujar Anam Narijan, warga Ngadisepi

 

Dirinya menambahkan jika tidak terdapat korban jiwa maupun korban luka dalam kejadian ini. Namun hingga pukul 24.00 WIB dan berlanjut sampai pagi hari Sabtu (3/1/2026), kondisi tanah di lokasi masih terpantau terus mengalami pergerakan dan longsor susulan, sehingga area tersebut dinilai belum aman.

 

BPBD Kabupaten Temanggung mengimbau masyarakat untuk menjauhi lokasi longsor dan meningkatkan kewaspadaan, terutama saat hujan dengan intensitas tinggi. Akses lalu lintas sementara dialihkan karena jalan darurat juga terdampak longsor, sehingga pengguna jalan harus memutar melalui jalur alternatif. Upaya penanganan awal terus dilakukan melalui koordinasi lintas sektor, pendataan dampak, serta pemasangan rambu peringatan guna mengantisipasi risiko lanjutan.

 

Muhbahaudin

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *