TribnNews86.id — Ketua DPRD Provinsi Maluku Utara, Drs. H. M. Iqbal Ruray, M.BA, menyampaikan apresiasi tinggi terhadap komitmen Harita Nickel dalam memberikan dampak nyata bagi peningkatan kesejahteraan masyarakat, khususnya di Pulau Obi, Halmahera Selatan.
Menurutnya, perusahaan pertambangan dan pengolahan nikel tersebut telah menunjukkan kontribusi signifikan terhadap pendapatan asli daerah (PAD) serta pembangunan sosial masyarakat.
“Kami dari DPRD Maluku Utara sangat menaruh harapan besar terhadap keberadaan Harita Nickel. Selain membangun industri yang kuat, Harita turut memberikan kontribusi langsung terhadap pendapatan daerah. Karena itu, kami mendukung sekaligus menjaga agar keberlanjutan investasi ini terus memberikan manfaat bagi masyarakat sekitar tambang,” ucap Iqbal saat di Jakarta, pertengahan November kemarin.
Iqbal menjelaskan, kehadiran industri nikel di Maluku Utara termasuk di Pulau Obi telah memicu pertumbuhan ekonomi masyarakat setempat. Hal ini terlihat dari meningkatnya lapangan pekerjaan baru, serta berkembangnya usaha mikro, kecil, dan menengah di sekitar wilayah operasional perusahaan.
“Dampak ekonominya sudah sangat terasa, terutama bagi warga yang tinggal di sekitar tambang. Banyak UMKM tumbuh dan kesempatan kerja semakin luas,” jelasnya.
Di sektor ekonomi, Harita Nickel terus mendorong pemberdayaan usaha lokal melalui program pengembangan UMKM dan pertanian. Pada tahun 2024, tercatat 65 Pemasok Lokal dari Pulau Obi yang menjadi bagian dari rantai pasok perusahaan, dengan nilai transaksi mencapai Rp150 miliar.
Selain kontribusi ekonomi, Iqbal turut menyoroti kepedulian Harita Nickel dalam bidang pendidikan dan kesehatan melalui berbagai program pengembangan masyarakat. Salah satu program yang diapresiasi adalah penyediaan Makan Siang Gratis Bagi Siswa SMP dan SMA Di Desa Kawasi
“Sebelum ada MBG Nasional, Harita Nickel sudah lebih dulu menjalankan program seperti ini. Ini langkah nyata yang patut dipertahankan dan terus ditingkatkan,” ujarnya.
Di sektor pendidikan, Harita Nickel menjalankan Program PELITA, yakni pemberdayaan masyarakat melalui pelatihan vokasional. Program ini mencakup pelatihan operator alat berat, pelatihan teknis, hingga kursus Bahasa Mandarin membuka akses kompetensi yang lebih luas bagi masyarakat lokal agar siap bersaing di dunia kerja.
Meski demikian, Iqbal mengakui bahwa peningkatan kesejahteraan masih belum dirasakan merata di seluruh wilayah Maluku Utara. Untuk itu, ia berharap pemerintah pusat dapat memberi perhatian lebih terhadap Alokasi Dana Bagi Hasil, mengingat Maluku Utara merupakan daerah penghasil nikel yang memiliki peran strategis dalam industri nasional. (red/tn)**
