
Kab. Tegal Jateng-TribunNews86.id
Sebuah proyek pembangunan drainase yang tengah berlangsung di Desa Gunungjati, Kecamatan Bojong, Kabupaten Tegal, menuai sorotan dari masyarakat dan aktivis. Proyek tersebut diduga tidak transparan karena tidak dilengkapi papan informasi yang seharusnya memuat rincian anggaran, sumber dana, serta pelaksana kegiatan.
Saat dikonfirmasi di lokasi, beberapa pekerja mengaku tidak mengetahui detail anggaran proyek. Mereka hanya menyebut bahwa proyek ini berasal dari program P3K, namun tidak dapat memberikan informasi lebih lanjut karena tidak adanya papan proyek yang terpasang.
Kondisi ini menyulitkan warga, LSM, dan awak media yang ingin melakukan pengawasan. “Kami jadi bertanya-tanya, ini proyek resmi atau proyek siluman? Karena tidak ada papan informasi dan pekerja pun tidak tahu menahu,” ujar salah satu warga setempat.

Selain itu, warga juga mengeluhkan kualitas material yang digunakan. Batu yang dipakai untuk konstruksi disebut tidak sesuai standar, bahkan ada yang menyebut menggunakan batu cadas atau arcas yang dinilai kurang layak untuk pembangunan drainase. “Materialnya asal-asalan, kami khawatir hasilnya tidak akan bertahan lama,” tambah warga tersebut.
Warga berharap pihak terkait segera memberikan klarifikasi dan memastikan bahwa proyek ini sesuai dengan ketentuan yang berlaku, demi transparansi dan kualitas pembangunan yang dapat dipertanggungjawabkan.
Wahyudi/Joyo
