Janji Normalisasi Gagal, Pemimpin Deiyai, Paniai, Dogiyai, dan Wakil Gubernur Papua Tengah Dituding Bohong soal Jalan Longsor, Listrik, dan Internet   

Janji Normalisasi Gagal, Pemimpin Deiyai, Paniai, Dogiyai, dan Wakil Gubernur Papua Tengah Dituding Bohong soal Jalan Longsor, Listrik, dan Internet  

Spread the love

 

Meepago, Papua – tribunnews86.id

29 Agustus 2025 – Masyarakat Meepago menyuarakan kekecewaan mendalam terhadap janji yang disampaikan oleh pemimpin tiga kabupaten, yakni Bupati Paniai, Deiyai, dan Dogiyai, termasuk Wakil Gubernur Papua Tengah, terkait normalisasi layanan publik di wilayah mereka.

Sebelumnya, para pejabat tersebut menjanjikan bahwa jalan darat yang longsor, jaringan internet yang terputus, dan pemadaman listrik akan kembali normal pada 27 Agustus 2025. Namun hingga kini, masyarakat menyatakan bahwa tidak ada satu pun layanan tersebut yang benar-benar pulih.

“Mereka umumkan ke publik bahwa semuanya akan normal tanggal 27. Tapi sekarang sudah lewat, listrik masih padam, jalan masih tertutup, dan jaringan internet belum pulih,” ujar seorang warga Paniai kepada media lokal.

Warga mempertanyakan bukti konkret dari kerja sama antara tiga kabupaten dan provinsi. Menurut mereka, tidak ada kegiatan nyata di lapangan yang menunjukkan bahwa para pemimpin daerah benar-benar turun tangan untuk menyelesaikan masalah ini.

Selain itu, masyarakat juga menilai bahwa kepercayaan pemimpin terhadap rakyat Meepago semakin hilang, karena pemerintah dianggap tidak serius menanggapi penderitaan masyarakat di tiga kabupaten tersebut.

“Kalau benar peduli, mana buktinya? Mana Wakil Gubernur dan para bupati waktu rakyat butuh? Mereka hanya hadir lewat pernyataan di media, tapi tidak hadir di lapangan,” tegas seorang tokoh pemuda dari Deiyai.

Masyarakat Meepago menuntut transparansi dan tanggung jawab dari para pejabat terkait. Mereka berharap pemerintah tidak hanya memberikan janji kosong, tetapi hadir dan bekerja nyata untuk mengatasi masalah infrastruktur dan pelayanan dasar yang selama ini terabaikan.

 

(Agus Salim)

 

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *