HALBAR, TribunNews86.id – Mahasiswa Kuliah Kerja Nyata (KKN) Universitas Bumi Hijrah (UNIBRAH) Tidore kembali menunjukkan kontribusi nyatanya bagi dunia pendidikan. Melalui program KKN Tematik Literasi, Kelompok 4 Desa Bobaneigo Madihutu menggelar kegiatan sosialisasi Literasi Digital bagi siswa-siswi Madrasah Tsanawiyah Negeri (MTSN) Halmahera Barat, Rabu (04/02/2026) kemarin.
Kegiatan yang berlangsung di lingkungan sekolah tersebut mengangkat tema “Pemanfaatan Teknologi dan Media Sosial di Era Society 5.0”, sebagai respons atas pesatnya perkembangan teknologi digital yang kini semakin dekat dengan kehidupan pelajar, khususnya di jenjang pendidikan menengah.
Sosialisasi ini bertujuan menanamkan kesadaran sejak dini tentang pentingnya penggunaan teknologi dan media sosial secara bijak, produktif, dan bertanggung jawab. Mahasiswa KKN menilai, literasi digital menjadi fondasi penting agar generasi muda tidak hanya menjadi pengguna teknologi, tetapi juga mampu memanfaatkannya untuk pengembangan diri dan kemajuan sosial.
Hadir sebagai narasumber, Risdiyanto Muharam memaparkan materi terkait konsep Society 5.0 yang berorientasi pada kemanusiaan (human-centered). Ia menjelaskan bahwa dalam Society 5.0, teknologi, khususnya Artificial Intelligence (Ai) berperan sebagai motor penggerak, sementara manusia tetap menjadi pengendali utama dalam pengambilan keputusan.
“Ai bukan untuk menggantikan manusia, tetapi membantu manusia menyelesaikan persoalan secara lebih efektif. Society 5.0 menekankan pemanfaatan teknologi untuk meningkatkan kualitas hidup dan kesejahteraan manusia,” jelas Risdiyanto di hadapan para peserta.
Ia juga menegaskan bahwa media sosial saat ini telah melampaui fungsi dasarnya sebagai sarana komunikasi. Platform digital kini menjadi penggerak ekonomi, ruang ekspresi sosial, hingga sumber informasi yang sangat berpengaruh, khususnya bagi kalangan remaja. Karena itu, kemampuan memilah informasi dan menghindari hoaks menjadi keharusan.
Sementara itu, Sekretaris KKN Tematik Literasi UNIBRAH Kelompok 4, Samimi, menyampaikan apresiasi atas antusiasme siswa-siswi MTSN Halmahera Barat yang mengikuti kegiatan tersebut dengan penuh perhatian dan partisipasi aktif.
Samimi menyoroti penggunaan Ai yang semakin masif di sektor pendidikan.
Menurutnya, kecerdasan buatan memiliki kelebihan besar sebagai alat bantu belajar, namun juga menyimpan risiko apabila digunakan secara berlebihan dan tidak bijak.
“Ai seharusnya menjadi alat pendukung, bukan pengganti proses belajar seperti membaca, menulis, dan berpikir kritis. Ketergantungan berlebihan dapat memicu budaya instan dan melemahkan daya nalar peserta didik,” tegasnya.
Samimi menambahkan, peran guru sangat strategis dalam memastikan pemanfaatan teknologi di ruang belajar tetap berada pada koridor yang benar, yakni memperkaya wawasan siswa, menantang ide-ide mereka, dan bukan sekadar memberikan jawaban instan.
Kegiatan tersebut berlangsung interaktif dengan sesi diskusi dan tanya jawab yang hidup. Para siswa aktif mengajukan pertanyaan serta menyampaikan pandangan kritis mereka terkait penggunaan media sosial dan teknologi digital, menunjukkan kemampuan literasi informasi yang mulai terbentuk dengan baik.
Sebagai penutup, peserta diajak untuk berkomitmen memanfaatkan teknologi dan media sosial secara bijak, produktif, serta menjauhi penyebaran informasi palsu atau hoaks yang dapat merugikan diri sendiri maupun masyarakat luas.
Apresiasi juga datang dari salah satu guru MTSN Halmahera Barat, Ibu Marina, yang menyampaikan terima kasih kepada mahasiswa KKN UNIBRAH Kelompok 4 Desa Bobaneigo Madihutu atas kontribusi dan kepedulian mereka terhadap peningkatan literasi digital di lingkungan sekolah.
Ia berharap kegiatan edukatif seperti ini tidak berhenti pada satu kesempatan saja, melainkan dapat terus berlanjut di masa mendatang sebagai bagian dari upaya bersama membangun generasi muda yang cerdas, kritis, dan berkarakter di era digital. (red/tn)**
penulis : sitinur
