Oknum ASN DKI Jakarta Tertipu Uang Mainan Senilai Ratusan Juta

Oknum ASN DKI Jakarta Tertipu Uang Mainan Senilai Ratusan Juta

Spread the love

Jakarta -TribunNews86.id

Seorang oknum Aparatur Sipil Negara (ASN) Pemda DKI Jakarta berinisial SRYT dilaporkan tertipu uang mainan atau uang monopoli senilai Rp300 juta. Peristiwa ini terjadi di wilayah Cibubur, ketika SRYT tergiur tawaran seseorang yang baru dikenalnya.

 

Dalam kronologi kejadian, SRYT menyerahkan uang asli sebesar Rp100 juta dengan harapan akan memperoleh Rp300 juta dari penukaran yang dijanjikan pelaku. Namun, setelah menerima bungkusan yang diberikan, SRYT terkejut mendapati bahwa isi bungkusan tersebut hanyalah uang mainan. Pelaku kemudian meninggalkan SRYT begitu saja di jalan.

 

Tidak berhenti di situ, SRYT yang diketahui tengah terlilit utang besar kembali mencoba peruntungan di Wonosobo, Jawa Tengah. Ia mengeluarkan dana Rp500 juta dengan janji akan mendapatkan keuntungan hingga Rp1,5 miliar. Namun, upaya tersebut kembali berujung kerugian. Menurut informasi yang dihimpun, pelaku di Wonosobo juga merupakan orang yang baru dikenalnya melalui rekan-rekan SRYT.

 

Kasus ini menimbulkan pertanyaan besar: dari mana asal dana ratusan juta rupiah yang digunakan SRYT untuk “menukar” uang tersebut? Apakah berasal dari pinjaman pribadi, atau ada indikasi penggunaan dana yang tidak semestinya? Hal ini perlu menjadi perhatian serius bagi pihak berwenang untuk melakukan investigasi.

Sebagai ASN, seharusnya SRYT memberi teladan yang baik bagi masyarakat. Namun, tindakannya justru menunjukkan sikap serakah dan mudah terpedaya oleh praktik penggandaan uang yang jelas-jelas tidak masuk akal. Peristiwa ini menjadi pelajaran penting bahwa tidak ada yang namanya “uang gaib” atau “penggandaan uang”. Satu-satunya cara memperoleh uang adalah melalui kerja nyata.

 

Kasus SRYT menegaskan bahwa jalan pintas untuk menyelesaikan masalah keuangan justru dapat menjerumuskan seseorang ke dalam kerugian lebih besar. Hingga berita ini diturunkan, SRYT masih terbelit utang dan belum menemukan solusi atas masalah yang dihadapinya.

Kutut

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *