HALBAR, TribunNews86.id – Mahasiswa Kuliah Kerja Nyata (KKN) Tematik Literasi Universitas Bumi Hijrah (Unibrah) Tidore Kelompok 4 Desa Bobaneigo Madihutu menggelar silaturahmi bersama pemuda Desa Bobaneigo Madihutu dan Desa Bobaneigo. Pertemuan ini bertujuan mengajak pemuda desa berkolaborasi dalam menyukseskan program literasi yang menjadi fokus utama KKN Unibrah tahun 2026.
Kegiatan silaturahmi tersebut dilaksanakan pada Sabtu, 24 Januari 2025, mulai pukul 20.00 WIT hingga selesai. Acara berlangsung di salah satu rumah pemuda di Desa Bobaneigo Madihutu dan dihadiri oleh mahasiswa KKN, pemuda desa, pengurus karang taruna, serta perwakilan Pemerintah Desa.
Universitas Bumi Hijrah Tidore saat ini menjadikan literasi sebagai program KKN jangka panjang. Hal ini dilatarbelakangi oleh masih rendahnya minat baca dan menulis di tengah masyarakat, serta lemahnya daya pikir kritis. Karena itu, tema KKN Tematik Literasi Unibrah 2026 mengusung tajuk “Penguatan Budaya Baca dan Kecakapan Literasi Menuju Indonesia Emas 2045.
Sekretaris Kelompok 4 KKN Tematik Literasi Unibrah, Samimi, menjelaskan bahwa program literasi yang dijalankan menyasar seluruh lapisan masyarakat, mulai dari anak-anak, remaja, hingga orang dewasa. Program utama yang diusung adalah pendirian taman baca yang dapat diakses bersama oleh masyarakat Desa Bobaneigo Madihutu dan Desa Bobaneigo yang hidup berdampingan dalam satu lingkungan sosial yang harmonis.
“Taman baca ini menjadi program utama yang memiliki 11 program literasi turunan lainnya. Kegiatan tersebut berfokus pada penguatan literasi anak, remaja, dan dewasa, termasuk melibatkan sekolah-sekolah serta berbagai unsur masyarakat,” ujar Samimi.
Ketua Karang Taruna Desa Bobaneigo Madihutu, Ali Muridi, menyampaikan apresiasi dan dukungan penuh terhadap kehadiran mahasiswa KKN Tematik Literasi Unibrah. Ia menegaskan bahwa pemuda desa siap bekerja sama demi kelancaran seluruh program yang telah direncanakan.
“Kami menerima dengan baik teman-teman KKN Unibrah. Pemuda di sini akan bekerja sama agar seluruh program kerja dapat terlaksana dengan baik, karena literasi merupakan hal yang sangat penting bagi masa depan generasi muda,” kata Ali Muridi.
Dukungan serupa juga disampaikan oleh salah satu pemuda Desa, Tandina. Ia menekankan pentingnya perhatian serius terhadap literasi, termasuk literasi kreatif, digital, budaya, dan lokal. Menurutnya, taman baca dapat menjadi ruang belajar alternatif bagi anak-anak desa, sekaligus wadah pelestarian bahasa daerah Gorap yang saat ini mulai ditinggalkan oleh generasi muda.
Sekretaris Desa Bobaneigo Madihutu turut menyatakan dukungannya terhadap seluruh program KKN Tematik Literasi. Ia menilai keberadaan taman baca akan menjadi ruang diskusi dan pembelajaran masyarakat, sekaligus investasi jangka panjang dalam meningkatkan kualitas sumber daya manusia.
Kegiatan silaturahmi ini ditutup dengan kesepakatan bersama atas 12 program kerja Kelompok 4 KKN Tematik Literasi Unibrah, ditambah program kolaboratif pemuda berupa Festival Ramadan sebagai pusat kegiatan UMKM masyarakat yang akan dilaksanakan secara bersama-sama. (red/tn)**
