
OKI-SUMSEL-TribunNews86.id
Mengingat masalah adat istiadat marga Kayuagung yang kini mulai hilang di telan zaman serta budaya asing , adat istiadat marga siwe 9 yang telah turun menurun , dari jaman ke jaman telah di lestarikan kini hampir hilang di kikis zaman sekarang,Rabu 21 Januari 2026 .pembahasan porum adat ini di lakukan di gedung aula Kel jua-jua.
Menurut ketua adat istiadat yang di ketua in oleh Fauzi , ia mengigat kan kembali masalah yang sedang terjadi , beliu mengingat kan pertama kali ini tidak bisa jauh dari kelurahan dan tertua adat istiadat , agar budaya adat Morge siwe tersebut tidak hilang, turut di hadirin oleh setiap kelurah SE Kayuagung serta wakil dari Budayawan sekaligus ibu lurah jua-jua
Turut juga di terbit kan buku ,yang berjudul Manjow langsong kahwin serta yang di tulis oleh ibu Riski Budayawan,ia juga menjelaskan buku tersebut sedang berproses kurang lebih 50 persen yang nanti nya sebagai acuan untuk adat istiadat.
Ada beberapa poin penting dalam buku tersebut ,untuk menjadi pegangan suatu adat diantara nya becawe,(bertembang) ngelabar juga terdiri dari berupa pakai tanduk 3 tiga,dan kresek ,istilah kata ,bingkisan,Tepak serta .nyelawat juga berbagai kemampuan sesuai pinan sial dari pada keluarga maju(mempelai perempuan ,atau pun bengian,(mempelai laki laki).
Dan masih banyak lagi yang belum di sepakati ,karna melihat dari yang sudah -sudah ,itu berpariatip,karna berbagai bahan pertimbangan ,tidak boleh sembarangan ,menyepakatin di setiap masing2 ketentuan kelurahan masing-masing.
Masalah tandok,2 duo seserahan ,istilah kata terdiri dari 2 minyak ,2 mentega 2,gandum 2 dan lai sebagian nya,terutama untuk tandok itu sendir semua berbeda beda.
Untuk masalah akad nikah kami juga tidak bisa membahas ,karna setiap acara itu sendiri sudah ada aturan nya masing -masing sesuai aturan agama,dan adat istiadat itu sendiri,sesuai adat yang akan di pakai ,contoh nya soal pemberian gelar/juluk istilah kata bahasa Kayuagung itu sendiri,bisa di beri saat acara itu sendiri atau setelah esok hari nya saat acara setelah resepsi intinya.
Pembahasan acara adat istilah manjau langsung kahwin itu sendiri masih banyak yang masih perlu pembahasan yang banyak ,kontro persi ,dan banyak yang menyalah dalam aturan adat istiadat itu sendiri,karna buku ini sendiri sudah kami persetujuan di kelurahan jua-jua ,KLO pun kita resmikan harus ada kata mufakat dari semua kelurahan yang ada di Kayuagung ,yakni Morge siwe 9.karna untuk peresmian dan di atur sesuai hukum yang berlaku.
Adat atau tradisi itu sendiri , seperti manjau laju kahwin itu , sudah menjadi tradisi di kalangan masyarakat Kayuagung , untuk memangkas keterbatasan , mempersingkat acara dari adat lama. adat tersebut masih menjadi topik pembicaraan para tertua adat Kel masing-masing , adat manjau laju kahwin ini sendiri agar menjadi adat dan tradisi dari adat Morge siwe 9.

Menurut keteranga dari ” pak Jamaludin, ini untuk menyampai kan suatu adat bukan suatu ketentuan yang final, masih ada tempat untuk persetujuan bukan tempat diskusi , nanti masalah ini kita bawa di rumah adat , untuk menetap kan dan ke absahan itu tersebut.
Masih ada lagi yang perlu di sepakati , terkait hukum adat Alang kah lebih baik nya adat manjau laju kahwi itu sendiri di bikin, khusus di Morge siwe sendiri , tidak termasuk di kabupaten. itu pendapat dari perwakilan kelurahan Sida kersa . penjelasan dari pak man yang biasa di panggil sehari -hari. (M salam)
