
HALMUT –TribunNews86.id
Krisis kemanusiaan mulai membayangi wilayah Kecamatan Loloda Utara, Kabupaten Halmahera Utara, menyusul cuaca ekstrem yang melanda kawasan tersebut selama tiga hari berturut-turut. Sejak Minggu (4/1/2026) hingga hari ini, Rabu (7/1/2026), hujan lebat dan angin kencang menyebabkan banjir bandang serta tanah longsor yang mengisolasi sedikitnya lima desa.
Hingga berita ini diturunkan, kondisi di lapangan dilaporkan kian memburuk. Banjir susulan terus menghantam pemukiman warga seiring dengan intensitas hujan yang tidak kunjung reda.
Akses Terputus dan Pemadaman Total
Bencana ini mengakibatkan mobilisasi warga lumpuh total. Material longsoran dari lereng gunung menimbun jalan utama yang menjadi satu-satunya akses darat menuju desa-desa terdampak. Akibatnya, bantuan logistik maupun kendaraan evakuasi belum dapat menjangkau titik lokasi.
Kondisi diperparah dengan putusnya jaringan listrik dan saluran komunikasi. Warga berada dalam kegelapan total saat malam hari serta kesulitan memberikan laporan berkala karena hilangnya sinyal telepon dan internet.
Kerugian Material Capai Ratusan Juta
Meskipun tidak ada laporan mengenai korban jiwa, dampak kerusakan properti sangat signifikan. Ratusan juta rupiah ditaksir menjadi kerugian materi akibat rumah-rumah warga yang terendam banjir dan diterjang angin kencang. Sebagian besar warga kini hanya mampu mengandalkan sumber daya lokal yang sangat terbatas untuk bertahan hidup.

Warga Menanti Kehadiran Pemerintah
Hingga Rabu sore, belum ada bantuan resmi yang tiba di lokasi bencana. Masyarakat setempat menyatakan sangat membutuhkan kehadiran Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) serta Pemerintah Kabupaten Halmahera Utara untuk melakukan langkah darurat.
Kebutuhan mendesak yang diperlukan saat ini meliputi:
Alat berat untuk membersihkan material longsoran di jalan utama.
Bantuan logistik berupa makanan siap saji, obat-obatan, dan air bersih.
Peralatan darurat seperti tenda pengungsian dan genset untuk penerangan.
Situasi di Loloda Utara membutuhkan perhatian segera dari pihak-pihak terkait sebelum kondisi kesehatan dan keamanan warga di pengungsian semakin merosot.
Yusri Arba SH
