HALSEL, TribunNews86.id — Gelombang laut tinggi disertai pasang air laut menerjang kawasan pesisir Desa Geti Baru, Kecamatan Bacan Barat Utara, Kabupaten Halmahera Selatan, Provinsi Maluku Utara. Senin, (05/01/2026).
Kejadian itu terjadi tepat pada Sabtu, 3 Januari 2026. Peristiwa tersebut menyebabkan Talud Penahan Ombak di RT 2 dan RT 3, wilayah Ambruk, atau patah, sehingga memicu kekhawatiran serius di kalangan warga.
Ambruknya talud penahan ombak itu dinilai sangat membahayakan, mengingat sejumlah rumah warga berada tepat di bibir pantai. Jika tidak segera dilakukan perbaikan atau rehabilitasi, kondisi tersebut berpotensi mengancam keselamatan warga, terutama saat musim gelombang tinggi kembali melanda.
Selain risiko terhadap bangunan rumah, kerusakan talud juga meningkatkan potensi Abrasi Pantai. Tanpa struktur penahan ombak yang memadai, pengikisan daratan pesisir dikhawatirkan akan semakin parah dan berdampak jangka panjang terhadap permukiman warga.
Warga pesisir mengaku resah dengan kondisi tersebut. Mereka khawatir jika air laut pasang dan gelombang besar kembali terjadi, maka rumah-rumah yang berada di sepanjang garis pantai akan menjadi sasaran langsung terjangan ombak.
“Kalau musim ombak datang lagi, kami sangat takut. Rumah kami tepat di pinggir pantai dan sekarang sudah tidak ada penahan ombak,” ungkap salah seorang warga setempat.
Atas kondisi itu, masyarakat Desa Geti Baru berharap Pemerintah Kabupaten Halmahera Selatan dapat segera turun tangan untuk menangani kerusakan talud penahan ombak tersebut. Warga meminta adanya langkah cepat dan nyata agar mereka dapat merasa aman dan tenang menghadapi musim gelombang laut.
Masyarakat berharap pemerintah daerah tergerak melihat kondisi desa mereka dan segera merealisasikan perbaikan infrastruktur pesisir demi keselamatan dan keberlangsungan hidup warga di wilayah tersebut. (im/tn)**
