
Kab.Tegal Jateng-TribunNews86.id
Proyek pembangunan jalan kabupaten di wilayah Batunyana, Kecamatan Bojong, Kabupaten Tegal kembali menjadi sorotan publik. Pasalnya, jalan yang baru dibangun sekitar empat bulan lalu kini sudah mengalami kerusakan parah dan ambles di beberapa titik.
Kondisi ini diperparah dengan adanya proyek pembangunan drainase di lokasi yang sama, yang saat ini tengah dikerjakan tanpa disertai papan informasi proyek. Tidak adanya informasi mengenai sumber anggaran, pelaksana, dan waktu pelaksanaan membuat masyarakat bertanya-tanya mengenai legalitas dan transparansi proyek tersebut.
Temuan ini diungkapkan oleh LSM Harimau saat melakukan kegiatan sosial kontrol bersama sejumlah awak media. Mereka menemukan bahwa proyek drainase yang sedang berlangsung tidak mencantumkan informasi apapun di lokasi pekerjaan. Di sisi proyek drainase tersebut, terlihat jelas jalan yang baru dibangun empat bulan lalu sudah mengalami kerusakan dan ambles kembali.
“Ini sangat memprihatinkan. Jalan yang baru dibangun belum lama, tapi sudah rusak lagi. Masyarakat bertanya-tanya, kenapa bisa secepat itu rusak? Apakah kualitas pekerjaannya buruk atau ada hal lain?” ujar salah satu warga yang melintas di lokasi.
Ketiadaan papan informasi proyek juga menjadi sorotan utama. Hal ini menimbulkan dugaan bahwa proyek tersebut merupakan proyek “siluman” yang tidak jelas asal-usul dan pertanggungjawabannya. Padahal, sesuai aturan, setiap proyek yang menggunakan anggaran negara wajib mencantumkan informasi lengkap agar publik dapat melakukan pengawasan.

LSM Harimau mendesak pihak terkait, khususnya Pemerintah Kabupaten Tegal dan instansi teknis yang berwenang, untuk segera turun tangan dan memberikan klarifikasi kepada masyarakat. Mereka juga meminta agar dilakukan audit terhadap proyek-proyek yang tidak transparan dan berpotensi merugikan keuangan negara.
“Transparansi adalah kunci utama dalam pembangunan. Jika proyek dikerjakan tanpa informasi yang jelas, bagaimana masyarakat bisa mengawasi? Ini harus menjadi perhatian serius,” tegas perwakilan LSM Harimau.
Masyarakat berharap agar pemerintah daerah lebih tegas dalam mengawasi pelaksanaan proyek infrastruktur, agar tidak terjadi pemborosan anggaran dan pembangunan benar-benar memberikan manfaat bagi warga.
Wahyudi/Joyo
