BANDUNG, – tribunnews86.id
Perasaan duka cita yang mendalam yang di rasakan seluruh rakyat Indonesia juga di rasakan sama oleh Pimred Media Patroli88investigasi, akan tetapi sangat miris sadar tidak sadar banyak individu yang di adu domba bahkan jadi kambing hitam oleh Perbutan yang tidak bertanggungjawab.
Korban tewas Affan (ojol) membuat semua orang ikut prihatin dan sedih tapi banyak yang lupa bahkan tidak tau selain alm Affan banyak pula korban yang berbaring di rumahsakit baik itu warga bahkan anggota brimob , yang sama sama keluarganya sedang bersedih juga, ujar H. D.Hardening.
Sangat di sayangkan kenapa harus ada kejadian kejadian yang merugikan bahkan anarkis padahal demo bisa dilakukan dengan baik tanpa ada kekacauan bisa di katakan demo yang humanis dengan cara yang damai, sopan, dan menghormati hak-hak orang lain, ujar H. D.Hardening saat di pintai pendapatnya.
Demo dilakukan tanpa kekerasan, baik fisik maupun verbal, Peserta demo menunjukkan sikap sopan dan menghormati hak-hak orang lain , menghormati hukum dan peraturan yang berlaku, bahkan bisa
Menggunakan cara-cara kreatif seperti menggunakan spanduk, poster, atau pertunjukan seni , dan yang paling penting tujuan demo adalah dapat kesempatan dialog dengan pihak-pihak terkait dan mencari solusi yang konstruktif, ujar H. D.Hardening pimred Patroli88investigasi.
H. D.Hardening pun mengungkapkan bahwa demo yang humanis dapat menjadi cara yang efektif untuk menyampaikan aspirasi dan tuntutan, serta mempromosikan perubahan sosial yang positif , karena miris sekali pada akhirnya banyak yang menjadi korban entah itu Polri ataupun masyarakat pada umumnya , yang seharusnya aspirasi tersampaikan malah akan banyak kocek anggaran untuk biaya perbaikan fasilitas-fasilitas umum .
Di akhir wawancara D.Hardening menyampaikan ini adalah opini saya sebagai sesama masyarakat yang punya juga pandangan , dan sebagai awak media setidaknya saya memberikan pemberitaan yang sebenar-benarnya tanpa pengaruh dari pihak manapun.
(Agus Salim)